TAFSIR BI AL-RA'YI

 TAFSIR BI AL-RA'YI

Materi by Sri Mulya Kinanti & Msy Nurudz Dzhafiroh

     Secara Bahasa al-Ra’yi berarti al-I’tiqodu (keyakinan), al-’aqlu (akal) dan at-tadbiru (perenungan). Menurut istilah, tafsir bi al-Ra’yi ini adalah Upaya untuk memahami nash al-qur’an atas dasar ijtihad seorang ahli tafsir (mufassir) yang memahami betul Bahasa arab dari segi sisinya, mengerti betul lafadz-lafadznya dan dalalahnya, mengerti sya’ir-sya’ir arab sebagai dasar pemaknaan, mengetahui betul asbab nuzul, mengetahui nasikh dan Mansukh di dalam al-qur’an, dan menguasai juga ilmu-ilmu lain yang dibutuhkaan seorang mufassir.

     syarat yang harus dipenuhi oleh mufassir berkaitan dengaan diterima tidaknya dalam melakukan tafsir bi al-ra’yi adalah sebagai berikut:
a. mempunyai keyakinan (al-I’tiqad) yang lurus dan memegang teguh ketentuan-ketentuan agama.
b. Mempunyai tujuan yang benar, Ikhlas semata-mata untuk mendekati diri (al-taqabbur) kepada allah swt.
c.
Bersandar kepada naql pada Nabi saw dan para sahabat, serta menjauhi bid’a.
d.
menguasai 15 bidang ilmu yang diperlukan oleh seorang mufassir, antara lain: ilmu al-nahwu, al-lughah, al-tasrif, al-istiqaq, ilm al-ma’aniy, ilm al-badi, ilm bayan, ilm al-qira’at, usul al-din, usul al-fiqh, asbab al-nuzul, ilm al-nasikh wa al-Mansukh, fiqih, hadist-hadist yang menjelaskan tafsir al-mujmal dan al-mubah, serta ilm al-mauhibin.

Komentar

Postingan Populer