SYARAT-SYARAT MUFASSIR

 SYARAT-SYARAT MUFASIR

Materi oleh: Safanah Nadia Syahkira & Maryam Sholiha

    Mufassir adalah orang yang memiliki kapabilitas sempurna yang dengannya ia mengetahui maksud Allah yang ada di dalam al-Qur'an sesuai dengan kemampuannya.

    Pada abad ke 21 ini, seorang mufassir  hendaknya bisa menjawab persoalan zaman dengan rasional-empirik terhadap sesuatu yang memang bisa dijelaskan secara rasional-empirik. Ia membutuhkan pendekatan-pendekatan ilmu lain atau pendekatan multi disipliner/ integrasi interkoneksi, seperti astronomi, kedokteran, pskilologi, sosial, politik sesuai kebutuhan ayat yang hendak ditafsirkan. Bila hanya sebatas kaidah ulum al quran, ulum al hadist klasik dan berhenti disitu saja, tidak menutup kemungkinan hasil penafsiran ayat yang didapat menjadimanduldan kurang solusif di abad ini.

    Syarat-syarat untuk menjadi mufassir adalah sebagai berikut.

1. Akidah yang benar

2. Melepaskan diri dari hawa nafsu

3. Menafsirkan al-Qur'an dengan al-Qur'an

4. Mencari tafsir dengan as-Sunnah

5. Merujuk kepada perkataan Sahabat & Tabi'in

6. Menguasai ilmu bahasa Arab dan cabang-cabangnya

7. Menguasai dasar-dasar ilmu yang berkaitan dengan al-Qur'an

8. Pemahaman yang mendalam

    Untuk menjadi mufassir Al-Qur’an tidak cukup berbekal satu keilmuan saja misalnya ilmu bayan (ilmu bahasa). Namun, ada beberapa pra syarat yang harus ditempuh sehingga ia memiliki otoritas keilmuan yang jelas dan bersanad. Dalam hal ini Ibnu Abbas, Imam Mujahid, dan Abu Darda menegaskan betapa pentingnya mengusai ilmu tafsir bagi setiap pribadi muslim. Tentu pernyataan ini tidak lepas dari peran mufassir yang senantiasa berupaya menghimpun penjelasan makna Al-Qur’an ke arah yang lebih luas.

Komentar

Postingan Populer