TAFSIR BI AL-ISYARAH
TAFSIR BI AL-ISYARAH
Materi by Dian Sahara & Windi Lesiani
Pengertian Tafsir Bi al-Isyarah menurut bahasa adalah berasal dari kata "fassara" yang artinya menjelaskan atau menerangkan. Sementara "bi al-isyarah" secara harfiah berarti "dengan isyarat" atau "dengan petunjuk".
Pengertian Tafsir Bi al-Isyarah menurut istilah adalah suatu metode penafsiran Al-Qur'an yang dilakukan dengan cara mengisyaratkan atau menunjukkan makna-makna tersirat atau tersembunyi yang terkandung dalam Al-Qur'an, tanpa terikat pada makna lahiriah ayat-ayatnya. Metode ini lebih menekankan pada aspek spiritual dan tasawuf dalam memahami Al-Qur'an.
Ciri-ciri Tafsir Bi al-Isyarah adalah sebagai berikutb
- Menggunakan pendekatan tasawuf dan spiritual
- Menggunakan makna simbolis dan alegoris (majas)
- Bersifat subjektif dan individual
- Membutuhkan kedalaman spiritual
- Adanya kaidah dan syarat khusus
- Bertujuan mencapai makna haqiqi
- Menggunakan makna dan istilah khusus
Contoh Tafsir Bi al-Isyarah adalah
a. QSAl-Hadid
[57]: 16 "Maka apakah orang-orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.“
b. Tafsir Isyarah: Dalam pandangan sufistik, ayat ini mengisyaratkan tentang perbedaan antara mereka yang memiliki pengetahuan spiritual (bashirah) dan mereka yang hanya memiliki pengetahuan lahiriah. Orang yang buta secara spiritual tidak dapat memahami hakikat yang sebenarnya, sedangkan orang yang memiliki pengetahuan spiritual dapat melihat kebenaran yang lebih dalam.
Komentar
Posting Komentar