SEJARAH TAFSIR AL-QUR'AN 1
SEJARAH TAFSIR QUR'AN MASA NABI, SAHABAT DAN TABI'IN
Materi by Nurainun & Siti Maryam
Tafsir menurut bahasa diambil dari kata fassara-yufassiru yang berarti menjelaskan, tafsir juga dapat diartikan usaha membedakan problema yang rumit untuk bisa dimengerti orang lain.
Di masa era Rasulullah, Rasulullah adalah penjelas al-Qur'an, para sahabat merujuk kepada beliau manakala mereka kesulitan dalam memahami suatu ayat, Rasulullah juga menjelaskan al-Qur'an kepada mereka seperti yang beliau kehendaki saat diperlukan.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dan penjelasan langsung dari Allah SWT mengenai makna-makna Al-Qur'an. Beliau juga memberikan penjelasan kepada para sahabat tentang makna Al-Qur'an, baik secara lisan maupun dalam bentuk tindakan. Contohnya, ketika ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan, Nabi Muhammad memberikan penjelasan kepada para sahabat mengenai makna dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.☺
Setelah dari masa Nabi, tafsir beralih ke masa Sahabat, para Sahabat juga memahami Al-Qur'an, karna Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa mereka. Namun begitu, tingkatan mereka dalam memahami Al-Qur'an berbeda-beda kadang ada sesuatu yang tidak diketahui sebagian diantara mereka, tapi diketahui sebagian yang lainnya,pada periode ini perbedaan penafsiran sahabat masih relative sedikit.
Tidak diragukan bahwa tafsir yang diriwayatkan pada masa sahabat memiliki nilai tersendiri. Jumhur ulama berpendapat bahwa tafsir seorang sahabat hukumnya marfu' (sampai kepada nabi), dikarenakan pada masa nabi hidup, para sahabat bisa langsung bertanya kepada Nabi. Tafsir yang bersumber dari seorang sahabat menurut sebagian ulama wajib diterima, karena mereka adalah pemilik Bahasa Arab, juga karena indikasi dan kondisi yang mereka saksikan.
Beralih dari masa Sahabat, penafsiran Al-Qur'an juga terjadi pada masa tabi'in, Seperti halnya beberapa tokoh sahabat yang dikenal dengan tafsirnya, beberapa tokoh tabi'in yang menjadi murid-murid mereka juga dikenal dengan beberap tafsirnya, mereka menyandarkan tafsir pada rujukan-rujukan yang menjadi acuan di era sebelumnya, ditambah lagi dengan ijtihad dan pemikiran.
Seiring dengan perjalan waktu, kesulitan dalam memahami Al-Qur'an ini kian meningkat ketika era Nabi dan sahabat kian menjauh, sehingga para tabi'in yang berkecimpung di bidang tafsir merasa perlu untuk melengkapi kekurangan ini, lalu mereka menambahkan tingkat penafsiran sesuai tingkat kesulitan yang ada, diantara para mufassir terkenal dianata kalangan tabi'in adalah Ibnu Abbas, Ubay bin Ka'ab, Murrah Al-Hamdzani, mereka adalah sekian dari beberapa tabi'in yang terkenal di kota-kota Islam, yang dimana para generasi selanjutnya banyak belajar dan menimba ilmu dari mereka, dan mereka ini meninggalkan warisan ilmiah nan abadi untuk kita semua.
Komentar
Posting Komentar